Bupati Pasaman Barat Yulianto memimpin revitalisasi Hutan Kota Padang Tujuh dengan menanam ratusan bibit pohon buah guna menghidupkan kembali aset strategis yang sempat terbengkalai sejak 2017. Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi ekologis kawasan sekaligus menjadikannya destinasi edukasi dan rekreasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sumbar, Saatini.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tidak ingin tinggal diam melihat aset strategis daerah terbengkalai tanpa memberikan dampak nyata. Bupati Pasaman Barat Yulianto langsung memimpin aksi revitalisasi besar-besaran di kawasan Hutan Kota Padang Tujuh.
Langkah tegas ini ditandai dengan penanaman ratusan bibit pohon buah untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan. Pemkab bergerak cepat menyulap ruang terbuka hijau ini agar kembali memikat masyarakat luas.
Kawasan hutan kota dan taman satwa ini sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 2017 sebagai paru-paru kota. Namun, keterbatasan sumber daya serta lemahnya kapasitas operasional sempat membuat pengembangannya berjalan sangat lambat.
Bupati Yulianto menegaskan bahwa pemerintah daerah melarang keras pembiaran aset penyeimbang ekosistem ini secara berlarut-larut. Ia menuntut pemanfaatan nyata agar kawasan ini segera menghadirkan manfaat edukasi serta rekreasi bagi warga.
Pemkab Pasaman Barat sengaja memilih jenis vegetasi pohon buah karena menyimpan potensi ekonomi yang menggiurkan. Kehadiran tanaman ini bakal menyuplai sumber pangan alami sekaligus memperkuat daya tarik wisata edukasi.
Yulianto menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk merawat seluruh bibit tanaman secara berkala dan konsisten. Langkah pemeliharaan rutin menjadi kunci utama agar pohon tumbuh maksimal dan memberikan dampak jangka panjang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat Natran Hanri mengakui bahwa minat masyarakat untuk berkunjung sempat merosot tajam. Tantangan besar ini muncul akibat kondisi vegetasi yang kurang terawat serta penataan kawasan yang belum optimal.
DLH merancang ulang lanskap dan zonasi pemanfaatan kawasan agar fungsi sosial dan ekologi berjalan seimbang. Strategi penataan baru ini diyakini ampuh mengubah ancaman kegagalan menjadi peluang ekonomi hijau yang menjanjikan.
Petugas menyebar sebanyak 387 bibit pohon buah unggulan dari belasan varietas tanaman produktif di seluruh area. Koleksi tanaman ini mencakup enam jenis durian premium, jambu kristal, jambu air, hingga buah duku.
Panitia juga menanam tiga jenis lengkeng, tiga jenis rambutan, tiga jenis alpukat, serta tujuh varietas mangga. Area hijau ini makin lengkap dengan tambahan bibit manggis, matoa, tiga jenis nangka, sirsak, petai, hingga jengkol.
Aksi penanaman masif ini menjadi tonggak awal kembalinya kejayaan Hutan Kota Padang Tujuh di Pasaman Barat. Sinergi antar-perangkat daerah bakal menjadikan kawasan ini sebagai pusat rekreasi keluarga yang hijau, asri, dan edukatif. (*)